ivermax 12

Penjelasan Ivermectin dan Penarikan Obat Ivermax 12

Amyruth – Baru-baru ini ivermax 12 atau ivermectin dilakukan penarikan oleh pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Karena melalui PT Harsen pihak BPOM memberikan teguran untuk melakukan penghentian terkait kegiatan produksi dan penarikan terhadap produk yang dibuatnya tersebut.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena ditakutkan produk tersebut digunakan oleh masyarakat untuk penggunaan obat untuk kebutuhan Covid 19. Karena produk tersebut digunakan baru tahap uji klinik dan tidak untuk kebutuhan masyarakat tanpa ada pengawasan yang tepat. Dengan demikian perlu adanya penarikan dan masyarakat harus bisa memperhatikannya.

ivermax 12

Apa Itu Ivermectin?

Sebelum mengulas lebih jauh mengenai produk tersebut, maka Anda bisa melihat kebutuhan dan manfaat dari obat tersebut. Obat satu ini dikenal untuk mengobati atau menyembuhkan dari infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang. Dalam dunia medis obat ini termasuk dalam kelas antihemolitik yang mampu untuk membunuh larva cacing dan cacing gelang yang dewasa.

Dengan meminum obat ini akan mencegah terjadinya cacing berkembang biak dan beberapa dari obat ini juga mampu untuk mengatasi scabies. Ivermectin merupakan obat parasit yang bisa didapatkan dan digunakan atas dari resep dokter, sehingga untuk penggunaannya bisa bersamaan dengan obat lainnya.

Jika Anda mengalami kendala dan merasa adanya cacing gelang dalam tubuh Anda, maka bisa langsung dan memastikan semuanya melalui pemeriksaan dokter terlebih dahulu. Dengan demikian akan ada langkah medis yang bisa dilakukan. Sehingga membuat tubuh Anda terbebas dari cacing gelang yang menghambat pertumbuhan tersebut.

Adanya Potensi Untuk Obat Covid 19

Melalui BPOM obat ini sudah termasuk dalam Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) pada 28 Juni 2021 kemarin. Sebelumnya obat satu ini telah dilakukan tahap uji untuk pengobatan Covid 19 yang diharapkan bisa menanggulangi pandemi yang semakin mencekam ini. Hal ini dilakukan penelitian oleh Monash University dan University of Melbourne, Australia.

Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut mampu untuk mengurangi virus sebanyak 99,8 % dalam kurun waktu 2 hari saja. Kinerja dari obat itu atau ivermectin ini untuk menghambat protein yang membawa virus masuk ke dalam tubuh manusia, sehingga membuat virus tidak bisa memperbanyak diri (Eplikasi).

Dengan demikian infeksi yang ada tidak akan menjadi lebih parah dan membuat masyarakat yang terinfeksi akan lebih cepat sembuh. Di Indonesia sendiri penggunaan obat ini masih dalam tahap uji klinik dan belum diedarkan kepada masyarakat secara umum, karena masih harus memperoleh data yang valid mengenai kegunaan dari obat tersebut untuk Covid 19.

Hal ini juga didukung oleh WHO, Badan otoritas Amerika Serikat, dan EMA dari Eropa yang menyatakan ivermectin untuk Covid 19 hanya untuk kebutuhan uji klinik. Sehingga masyarakat tidak sembarangan mengkonsumsinya, karena dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai efek buruk lainnya, sehingga perlu penelitian lebih dalam lagi.

Penarikan Produk Ivermax 12

Pihak BPOM Indonesia melihat produk PT Harsen tersebut tidak memperhatikan CPOB dan CDOB, sehingga harus diperhatikan dengan lebih jelas. Hal ini termasuk dari bahan baku yang tidak melalui jalur resmi, tidak dalam kemasan siap edar, proses distribusi tidak resmi, masa kadaluarsa yang tidak sesuai, dan memasarkan obat yang kepastian mutunya belum ada.

Bahkan, promosinya pun bersifat menyesatkan yang mencantumkan kalau obat tersebut ampuh untuk pengobatan Covid 19, tentunya ini akan mempengaruhi psikologi masyarakat dan akan menimbulkan permasalahan lainnya.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai ivermax 12 yang bisa Anda pahami. Semoga memberikan informasi yang jelas untuk dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *